Kategori: prestasi

45 Siswi MA Al-Aziziyah Putri Kapek Lolos SPAN-PTKIN 2026: Dari Kapek, Menembus Kampus Impian

Ukuran Teks:
45 Siswi MA Al-Aziziyah Putri Kapek Lolos SPAN-PTKIN 2026: Dari Kapek, Menembus Kampus Impian

Langit Gunungsari masih berselimut kabut pagi ketika kabar itu datang. Di sebuah madrasah yang berdiri di pinggiran Lombok Barat, suasana berubah haru. Sebanyak 45 siswi MA Al-Aziziyah Putri Kapek dinyatakan lulus melalui jalur SPAN-PTKIN tahun 2026. Bagi madrasah yang jauh dari keramaian kota, capaian ini bukan sekadar prestasi biasa. Ini adalah bukti bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari tempat yang sederhana.

SPAN-PTKIN, atau Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, bukan jalur yang mudah. Siswa harus memiliki nilai akademik tinggi, prestasi pendukung, serta rekam jejak yang bersih selama menempuh pendidikan. Tak heran, kelulusan 45 siswi sekaligus menjadi rekor tersendiri bagi MA Al-Aziziyah Putri Kapek.

Sejak jauh hari, pihak madrasah telah menyiapkan program intensif bagi siswi kelas akhir. Bimbingan belajar tambahan, try out berkala, hingga pendampingan psikologis dilakukan agar para siswi percaya diri menghadapi seleksi. Para guru tak hanya mengajar, tapi juga mendampingi, memotivasi, dan mendoakan.

"Alhamdulillah, ini buah dari kerja keras anak-anak dan doa para guru serta orang tua," ujar salah satu guru pembimbing, dengan mata berkaca-kaca.

Hasilnya pun manis. Puluhan siswi tersebut kini berhak melanjutkan pendidikan ke berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri favorit, seperti UIN Mataram, UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan sejumlah kampus lainnya.

Salah satu siswi yang lulus, Nurul, mengaku tak menyangka bisa lolos. "Saya cuma anak desa, tapi mimpi saya besar. Alhamdulillah, sekarang bisa kuliah di kampus negeri," ujarnya penuh syukur.

MA Al-Aziziyah Putri Kapek memang bukan madrasah yang berlokasi di pusat kota. Letaknya di Gunungsari, Lombok Barat, cukup jauh dari keramaian Mataram. Namun, keterbatasan lokasi tak menjadi penghalang bagi para siswi untuk berprestasi. Menurut pengelola madrasah, keberhasilan ini adalah buah dari sistem pembinaan yang disiplin dan berbasis pesantren. Para siswi dibiasakan hidup mandiri, menghafal Al-Qur'an, dan mengasah kemampuan akademik setiap hari. Lingkungan yang kondusif inilah yang membuat mereka terbiasa berkompetisi secara sehat.

"Kami ingin membuktikan bahwa madrasah pinggiran juga bisa melahirkan generasi hebat. Yang penting ada kemauan, doa, dan usaha," tegas kepala madrasah.

Capaian 45 siswi ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Lombok Barat. Ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh letak geografis, melainkan oleh keseriusan dalam membina siswa. Ke depan, pihak madrasah berharap bisa terus meningkatkan jumlah siswi yang lolos SPAN-PTKIN. Mereka juga berencana memperluas kerja sama dengan alumni dan perguruan tinggi untuk memberikan pembinaan yang lebih baik lagi.

Bagi para siswi, ini adalah langkah awal. Masih panjang perjalanan menuju cita-cita. Namun satu hal yang pasti: dari Kapek, mereka telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari tempat yang sederhana.

Bagikan Ke:

Kolom Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Tanggapan